Kementerian Pertahanan RI mengakses password. file yang berisi semua (5) Trojan Horse. Program mata-mata yang spesifik dan sangat berbahaya (spyware) secara diam-diam dapat merekam parameter yang digunakan untuk menghubungkannya ke sistem remote. Trojan adalah sebuah program kecil yang umumnya pengganti dirinya untuk kode login yang meminta pengguna untuk menangkap atau memberikan identifikasi dan password, dengan keyakinan bahwa ia berada dalam lingkungan operasi normal, dimana sandi segera ditransmisikan ke server sebagai pesan anonim dari pelaku. (6) Sistem Otentifikasi. Semua password pengguna harus disimpan pada sebuah server. Pelaku akan mengakses file yang menyimpan semua password user yang dienkripsi, untuk kemudian dibuka dengan utilitas yang tersedia pada jaringan. (7) Cracking Password Terenkripsi. Jika pelaku atau cracker tahu algoritma cypher, ia bisa menguji semua permutasi yang mungkin, yang dapat merupakan kunci untuk memecahkan password. Serangan ini dikenal sebagai brute force. Alternatif lain adalah dengan menggunakan kamus untuk menemukan password terenkripsi, yang disebut serangan kamus. Dengan perbandingan berturut-turut, bentuk kode password yang terdapat dalam kamus kriminal dapat digunakan untuk menebak password terenkripsi yang digunakan. PEDOMAN PERTAHANAN SIBER 10

Select target paragraph3